Antara Mood Swing dan Kesehatan Mental, Simak Penjelasannya!

mood swing

Mood swing atau perubahan mood merupakan perubahan emosi yang pasti pernah kamu rasakan. Saat kamu sedang senang, tiba-tiba merasa kesal karena suatu alasan.

Hal tersebut sangat wajar. Perubahan mood memang kerap kali dirasakan oleh manusia pada waktu-waktu tertentu.

Namun, apa jadinya jika perubahan mood terjadi sangat sering? Tentu hal tersebut akan sangat mengganggu kehidupan pribadi dan sosial kamu.

Bisa jadi, ada masalah dengan kesehatan mental kamu. Oleh sebab itu, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai mood swing.

Apa yang dimaksud dengan mood swing, penyebabnya, dan juga hubungannya dengan kesehatan mental.

Mengenal Mood Swing

mengenal mood swing

Mood swing adalah perubahan mood, emosi, atau suasana hati yang cukup kontras. Perubahan ini memang sesekali pasti dirasakan oleh manusia pada situasi tertentu.

Dengan catatan, perubahan tersebut masih dalam batas wajar, dengan alasan yang jelas, dan durasinya singkat saja. Sebab, jika perubahan mood sudah ekstrem, hal tersebut akan terjadi sangat sering, mendadak, tanpa sebab, dan berlangsung lama.

Mood swing yang demikian tentu sangat merugikan kehidupan kamu. Orang lain akan merasa tidak nyaman saat berada di dekatmu. Sebab, mereka khawatir emosimu tiba-tiba meledak-ledak saat sedang bersama.

Bahkan, kamu bisa saja melukai mereka tanpa disadari. Selain merugikan orang lain, mood swing yang ekstrem tersebut dapat menyebabkan kamu kelelahan secara emosi.

Saat kondisi mood swing sudah pada tahap tidak terkendali, maka kamu perlu waspada. Sebab, hal tersebut menandakan ada masalah dengan kesehatan mental.

Pemicu Mood Swing

Mood swing tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan ada faktor yang memicunya. Faktor pemicu tersebut di antaranya adalah :

1. Ketidakseimbangan Hormon

ketidaksemibangan hormon

Hormon merupakan salah satu faktor utama terjadinya perubahan mood. Misalnya saja saat kamu sedang mengalami premenstrual syndrom (PMS), wanita yang sedang hamil, dan wanita pada masa menjelang menopouse.

Ketiga kondisi yang dialami wanita ini erat kaitannya dengan perubahan hormon dalam tubuh. Kadar hormon esterogen akan turun pada masa PMS dan perlahan naik kembali setelah menstruasi. Begitu pulsa saat hamil dan masa transisi menopause.

Esterogen merupakan hormon yang berperan penting dalam proses reproduksi. Selain itu, hormon ini juga dapat mempengaruhi fungsi otak yang memegang kendali atas mood dan emosi.

Maka jangan heran, saat wanita sedang berada pada ketiga fase tersebut, suasana hatinya sangat mudah berubah. Mereka bahkan mudah marah hanya karena hal kecil.

Nyatanya, mood swing karena hormonal ini tidak hanya dirasakan oleh wanita saja. Pria juga dapat mengalami mood swing hormonal. Berdasarkan penelitian, siklusnya 2-3 bulan sekali.

Tidak jarang juga, mereka akan merasa depresi dan sedih. Meski hal tersebut wajar, namun tetap harus menjaga mood swing tersebut terkendali dan tidak berlarut-larut.

2. Zat Kimia Otak

zat kimia otak

Faktor penyebab mood swing selanjutnya adalah kadar zat kimia otak. Contoh zat kimia otak yang dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi adalah serotonin, endorfin, dopamin, dan oksitosin.

Ketidakseimbangan zat kimia otak merupakan faktor penyebab mood swing. Salah satu penyebab ketidakseimbangan zat kimia otak adalah turunnya hormon esterogen pada saat wanita sedang hamil, PMS, atau menopause.

Saat esterogen turun, maka produksi serotonin dan dopamin akan menurun pula. Sehingga, kamu mudah merasa kesal dan memiliki suasana hati yang buruk.

Sedangkan, endorfin akan naik. Endorfin merupakan hormon yang mempengaruhi rasa sakit. Tidak hanya di pengaruhi oleh esterogen, peningkatan endorfin juga dipicu saat kamu melakukan aktivitas yang merangsang rasa sakit.

Baca Juga : Kenali dan Temukan Solusi Mengatasi Mentak Breakdown

3. Dampak Penyakit

penyakit

Parah tidaknya suatu penyakit memang bisa memicu perubahan mood. Hal ini dikarenakan tubuh dan seluruh indra terasa tidak enak, sehingga kamu akan mudah stress.

Stress menyebabkan hormon dan zat kimia otak menjadi tidak seimbang dalam tubuh. Sehingga, kamu akan mudah tersinggung, sedih, bahkan emosi menjadi meluap-luap.

Khususnya, penyakit yang berhubungan dengan sistem syaraf pusat, kelenjar tiroid, transfer nutrisi ke otak, dan penyakit kardiovaskular.

4. Masalah pada Kesehatan Mental

kesehatan  mental

Perubahan mood juga sangat dipengaruhi oleh keadaan kesehatan mental kamu. Bahkan, beberapa penyakit mental ditandai dengan perubahan mood sebagai gejala utamanya.

Kamu harus menerima penanganan medis seperti psikolog atau psikiater untuk menyembuhkan penyakit mental ini. Sebab, mood swing yang diakibatkan oleh penyakit mental sangat ekstrem.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, maka akan menyebabkan dampak yang lebih buruk lagi. Perubahan mood kamu akan semakin tidak terkontrol dan bisa merugikan orang lain.

Beberapa masalah kesehatan mental yang ditandai dengan mood swing adalah bipolar disorder, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), borderline personality disorder (BPS), skizofrenia, dan depresi.

Yang harus kamu pahami adalah tidak semua mood swing menjadi gejala penyakit mental. Selama perubahan mood yang dialami masih wajar dan hanya sesekali saja.

Namun, saat perubahan mood tersebut sudah pada fase tidak normal dari biasanya. Maka, kamu harus mewaspadainya. Segera konsultasikan kepada tenaga medis profesional.

Baca Juga :

Waktu Terbaik untuk Berjemur Bagi Kesehatan!

5 Manfaat Berkebun untuk Kesehatan

Produk Skincare Lokal Untuk Mengatasi Komedo

5 Kegiatan Asyik Mengatasi Stress

5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Meja Kerja

Show Comments