Apa Itu Stretch Mark? Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

stretch mark

Para kaum hawa pasti sudah hafal betul dengan istilah stretch mark. Stretch mark sendiri merupakan guratan putih yang muncul pada permukaan kulit, biasanya di bagian tubuh berlemak.

Kondisi kulit yang dikenal juga dengan istilah selulit ini, memang tidak berbahaya. Hanya saja, kemunculannya mengganggu penampilan dan akan membuat kamu tidak percaya diri.

Jika saat ini kamu belum memiliki stretch mark, maka kamu patut bersyukur. Karena, hingga saat ini untuk menghilangkannya hanya bisa menggunakan tindakan medis tertentu. Berikut ini adalah informasi mengenai stretch mark.

Penyebab Stretch Mark

stretch mark

Banyak yang masih beranggapan bahwa stretch mark hanya dialami oleh wanita hamil. Padahal faktanya, kerusakan kulit satu ini dapat dialami oleh siapa saja. Bahkan, oleh para remaja.

Stretch mark terjadi karena adanya peregangan kulit yang ekstrem. Peregangan tersebut tidak diimbangi oleh pembentukan kulit baru karena rendahnya kolagen penderita.

Peregangan tersebut menyebabkan lapisan kulit menjadi tipis dan mulai rusak. Sehingga, lapisan di bawahnya akan muncul dan disertai dengan peradangan ringan.

Peradangan tersebut akan menimbulkan bekas luka yang berbentuk guratan. Mulanya, guratan tersebut akan berwarna merah dan lama kelamaan akan berwarna putih.

Bagian tubuh yang rentan mengalami stretch mark adalah bagian dengan kadar lemak tinggi, seperti paha, pantat, perut, payudara, dan lengan atas. Sebab, bagian tubuh tersebut sangat mudah membesar atau mengecil pada sebagian orang.

Situasi yang memicu pembentukan stretch mark sebenarnya sangat banyak dan hampir semuanya berhubungan dengan berat badan, diantaranya adalah

1. Perubahan Berat Badan yang Ekstrem

Perubahan berat badan yang ekstrem atau drastis merupakan penyebab stretch mark yang paling banyak dialami, baik oleh remaja atau orang dewasa. Bagian tubuh yang rentan muncul kerusakan jaringan kulit ini adalah paha, pantat, dan lengan.

Sebab, tiga bagian tersebut yang paling mengalami perubahan drastis saat kamu mengalami kenaikan atau penurunan berat badan.

2. Pemasangan Implan Payudara dan Bokong

Pemasangan implan pada payudara dan bokong akan menyebabkan kedua bagian tubuh tersebut jauh lebih besar. Sehingga, jaringan kulitnya akan meregang secara ekstrem dan berkemungkinan besar menyebabkan stretch mark.

3. Saat Kehamilan

Kehamilan sudah menjadi penyebab stretch mark yang lumrah. Sebab, saat kamu hamil maka perut akan membesar dan jaringan kulit juga akan meregang berkali-kali lipat sesuai dengan usia kehamilan. Tanpa perawatan yang tepat, tentu saja akan terjadi stretch mark.

4. Konsumsi Hormon Steroid

Konsumsi hormon steroid bertujuan untuk membentuk otot. Massa otot akan naik secara instan dalam waktu cepat. Yang artinya, kulit juga ikut meregang mengikuti bentuk otot.

Sayangnya, peregangan yang sangat cepat tidak dapat diimbangi dengan pembentukan jaringan kulit baru. Sehingga, kan terbentuknya stretch mark.

Pencegahan Stretch Mark

stretch mark

Meski kemunculan stretch mark tidak dapat diprediksi, namun kamu masih bisa mengurangi risiko munculnya stretch mark, lho. Caranya sangat mudah dan dapat kamu praktikkan secara rutin.

Karena ini merupakan tindakan pencegahan, jadi kamu tidak bisa hanya melakukannya sekali atau duakali. Namun, cara di bawah ini harus dilakukan setiap hari.

1. Mengontrol Berat Badan

Seperti yang diketahui bahwa penyebab utama munculnya stretch mark adalah peregangan kulit karena kenaikan berat badan yang ekstrem. Oleh sebab itu, untuk mengurangi risiko kemunculan kerusakan kulit tersebut adalah dengan menjaga berat badan.

Kamu bisa melakukan diet sehat dan olahraga teratur untung mengontrol berat badan. Perlu diingat, untuk menjaga berat badan, kamu tidak pelu melakukan diet ketat. Kamu hanya perlu mengatur pola makan agar tidak berlebihan.

2. Menggunakan Body Lotion

Tujuan dari penggunaan body lotion ini adalah agar kulit kamu tetap lembap dan sehat. Selain itu, body lotion juga dilekapi dengan berbagai multivitamin yang mampu menjaga elatisitas kulit.

Meski kulit kamu mengalami peregangan tapi dengan kondisi kulit elastis, maka risiko terjadinya stretch mark lebih keci. Bahkan, hal tersebut dapat dihindari.

3. Menjaga Asupan Nutrisi

Asupan nutrisi sangat penting untuk kesehatan kulit, terutama untuk keelastisitasannya dan kemampuan regenerasinya. Hal ini agar kulit kamu bisa terhindar dari stretch mark. Nutrisi yang sangat baik untuk kulit diantaranya adalah vitamin E, vitamin C, dan protein.

4. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Menghidrasi tubuh juga sangat penting agar kulit tetap lembap dari dalam, bukan hanya karena penggunaan body lotion. Memenuhi cairan tubuh tidak hanya melembapkan permukaan kulit saja, namun dapat melembabkan semua lapisan kulit.

Sehingga, kulit kamu akan jauh lebih sehat. Pastikan kamu mengonsumsi air putih minimal sebanyak 2 liter per hari.

Jika kamu sudah terlanjur memiliki stretch mark, maka kamu bisa memudarkannya dengan penggunaan produk tertentu. Namun, tindakan tersebut tidak dapat menghilangkan guratan sepenuhnya.

Jika ingin hilang permanen, maka kamu harus menjalani metode laser. Tentunya, pilih tenaga yang ahli dan berpengalaman, ya!

Baca Juga :

Waktu Terbaik untuk Berjemur Bagi Kesehatan!

5 Manfaat Berkebun untuk Kesehatan

Produk Skincare Lokal Untuk Mengatasi Komedo

5 Kegiatan Asyik Mengatasi Stress

5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Meja Kerja

Show Comments