5 Cara Mudah Mengajarkan Anger Management Pada Anak

Child crying photo created by user18526052 - www.freepik.com

Mengajarkan anger manajement kepada anak saat ini menjadi ilmu parenting dasar yang perlu kamu fahami. Pada prosesnya, kamu harus membantu si kecil dalam cara tepat untuk mengatasi kemarahannya.

Merasa marah dan emosi, merupakan hal wajar yang dialami oleh anak. Sayangnya, jika tidak dibimbing dengan baik kebiasaan marahnya tersebut dapat berdampak negatif pada karakter anak di masa depan.

Misalnya saja ia tumbuh menjadi pribadi tempramen, agresif saat marah, dan yang lebih parah adalah abusive. Untuk mencegahnya, kamu harus mengajarkan anger managemen pada anak sejak dini.

Yuk, cek selengkapnya di bawah ini.

Apa yang Dimaksud Anger Management?

Anger management merupakan sebuah proses belajar dalam mengenali tanda-tanda seseorang menjadi marah dan mengambil tindakan untuk menenangkan diri saat sedang marah dengan cara produktif.

Yang perlu diingat adalah dalam anger management bukan berarti mencegah atau menahan perasaan marah. Tapi lebih ke bagaimana menunjukkan kemarahan yang tepat atau menyalurkannya ke tindakan yang tidak merugikan.

5 Cara Mengajarkan Anger Management Pada Anak

Angry mom photo created by our-team - www.freepik.com

Untuk mengajarkan anger management yang tepat kepada anak, kamu bisa menggunakan 5 cara mudah di bawah ini:

1. Ajarkan Anak Untuk Mengenali Emosinya

Cara mengajarkan anak untuk mengenali emosinya adalah dengan bertanya mengenai yang ia rasakan saat sedang marah. Dengan demikian anak akan paham situasi atau kejadian yang membuatnya marah seperti itu.

Biarkan dia bercerita hingga ia merasa lebih nyaman dan lega. Setelah itu, tugas kamu adalah memahaminya dan membuatnya tenang.

Hal ini terbukti dapat mencegah anak berlaku agresif saat marah. Sebab, sebenarnya perilaku agresif adalah ungkapan rasa marah, kecewa, hingga malu yang tidak dapat tersampaikan dengan cara tepat.

2. Mengajak Anak Menilai Tingkat Emosinya

Cara kedua untuk mengajarkan anger management pada anak adalah dengan mengajak ia untuk menilai tingkat emosinya. Caranya sangat mudah dan bisa dicoba oleh siapa saja.

Pertama, kamu harus menggambar sebuah termometer berukuran cukup besar pada selembar kertas. Kedua, kamu harus memberikan angka pada termometer tersebut dari 0 hingga 10.

Ketiga, coba jelaskan secara singkat aturannya kepada anak. Yaitu 0 untuk tidak marah sama sekali, 5 untuk marah sedang, dan 10 untuk sangat marah.

Baca Juga: Yuk, Kenali Jenis dan Cara Menangani Tantrum Pada Anak!

Terakhir, ajak anak untuk menilai skala kemarahannya. Dengan cara ini, kamu akan mengetahui penyebab kemarahan anak sesuai tingkatannya.

Setelah mengetahuinya, coba berkomunikasi dengan lembut dan menyenangkan kepada anak. Jika memang kamu salah, jangan lupa minta maaf ya!

3. Membuat Aturan Kemarahan

Membuat aturan kemarahan merupakan cara mudah untuk mengajarkan anger management pada anak. Dalam sebuah keluarga, tentunya terdapat aturan-aturan yang tidak tertulis.

Salah satunya adalah aturan mengenai hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat marah. Misalnya adalah larangan untuk memukul, merusak barang, menyakiti diri sendiri saat marah.

Jika anak tetap melakukan hal yang dilarang tersebut, maka kamu bisa memberi teguran dan konsekuensi atas tindakannya. Pastikan kamu tetap tenang dan tidak memberikan konsekuensi yang membuat anak trauma.

Misalnya saja dengan mengurangi uang jajannya, jatah mainannya, atau mengurangi waktu screen time anak.

4. Mengajarkan Anak Menyalurkan Emosinya ke Hal yang Tepat

Cara mengajarkan anger management berikutnya adalah dengan mengajarkan anak untuk menyalurkan emosinya pada hal yang tepat. Misalnya adalah dengan menulis, menggambar, mendengarkan musik, dan lainnya.

Tujuannya adalah agar emosi anak bisa teralihkan dengan cara tepat. Hal ini juga biasa disebut sebagai katarsis atau pelepasan emosi ke hal yang lebih positif.

Baca selengkapnya mengenai katarsis di sini: Mengenal Bentuk Katarsis, Hal Positif untuk Melepas Emosi

5. Memberikan Contoh yang Baik

Selain fokus pada tindakan mengajari, kamu juga harus memberikan contoh menerapkan anger management yang baik. Sebab, bagaimanapun anak akan mencontoh orang-orang di sekitar lingkungannya.

Meski amarah merupakan emosi yang sangat wajar dimiliki manusia, tapi jika tidak diarahkan dengan tepat akan berdampak negatif. Oleh sebab itu, kamu perlu mengajarkan anger management pada anak sejak dini.

 

Show Comments